HIKAYAH YANG KE-12 : {“KEUTAMAAN BERPENDIRIAN TEGUH”}

الحكاية الثانية عشرة: في الثبات

HIKAYAH YANG KEDUA BELAS: {“KEUTAMAAN BERPENDIRIAN TEGUH”}

حكي: أن مبارزا من الروم أسر جماعة من المسلمين في زمن عمر ابن الخطاب t، فوصف لكلب الروم رجل فيهم قوي هيوب، فدعا به ليراه، وكان بين يدي كلب الروم سلسلة ممدودة حتى لايدخل عليه أحد إلا على هيئة الراكع وقال: لأستحي من محمد ﷺ أن أدخل على الكافر كهيئة الراكع، فأمر كلب الروم برفعها حتى يدخل، فلما دخل عليه تكلم معه وأطال معه في الكلام، فقال له كلب الروم : ادخل في ديننا حتى أضع حائمي في يدك وأعطيك ولاية الروم فتفعل فيها ما تشاء، فقال الرجل لكلب الروم : کم للروم من الدنيا ؟ فقال : ثلثها أو ربعها . فقال الرجل: لو كانت الدنيا كلها لهم مملوءة ذهبا وجواهر وأعطوها إلي بدلا عن سماع أذان يوم ما قبلتها ، فقال له كلب الروم: وما الأذان ؟ فقال : هو أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله، فقال كلب الروم : إنه قد ثبت حب محمد في قلبه فلا يمكنه أن يرجع في هذه الساعة، ثم أمر بأن يوضع قدر على النار ويوضع فيه ماء وقال: إذا اشتد غليانه فألقوه فيه ففعلوا ذلك ، فلما ألقوه فيه قال : باسم الله الرحمن الرحيم فدخل من جانب وخرج من جانب آخر بقدرة الله تعالی فتعجبوا من أمره، فأمر به كلب الروم أن يجلس في بيت مظلم ويمنع عنه الطعام والشراب ويلقي له لحم الخنزير والخمر أربعين يوما ففعلوا، فلما تم الأربعون فتحوا عليه فرأوا جميع ما ألقوه له بين يديه لم يأكل منه شيئا فقالوا: كيف لا تأكل منه وأكله جائز في دين محمد عند الضرورة؟ فقال له : لو أكلت منه لفرحتم وإنما أردت إغاظتكم، فقال له كلب الروم: حيث لم تأكل من ذلك فاسجد لي حتى أخلي سبيلك و سبیل من معك من الأسارى، فقال له : إن السجود في دين محمد لا يجوز إلا لله تعالى، فقال له كلب الروم: قبل يدي حتى أخلي عنك وعمن معك من الأسارى، فقال له: إن هذا لا يجوز إلا للأب أو للسلطان العادل أو للأستاذ، فقال له: قبل جبهتى، فقال له: أفعل هذا بشرط واحد . فقال له: افعل كما تريد فوضع كمه على جبهته وقبلها ناويا تقبيل كمه، فخلى سبيله ومن معه من الاساری وأعطاه مالا كثيرا وكتب إلى عمر رضي الله عنه: لو كان هذا الرجل في بلادنا على ديننا لكنا نعتقد عبادته، فلما جاء إلى عمر t قال له: لا تختص بالمال وحدك بل شارك فيه أهل مدينة رسول الله ﷺ ففعل ذلك .

Dikisahkan: Bahwasanya Mubaraz yang berasal dari Romawi menahan jamaah orang islam pada masa Khalifah ‘Umar bin Khatthab.
Kemudian disifatkan kepada Raja Kalbu ar-Rum (Naqfur) bahwa di antara mereka jamaah orang islam itu ada seorang laki-laki kuat dan berwibawa, kemudian raja memanggil laki-laki tersebut dan ingin mengetahui tentangnya. Di depan raja terdapat tali panjang yang terbentang sehingga tidak ada seorang pun masuk bertemu raja kecuali dalam keadaan ruku’. Tatkala melihat tali tersebut, laki-laki itu enggan masuk ke dalam, dan ia berkata:
“Sesungguhnya aku malu kepada Muhammad ﷺ, kerana masuk ke rumah seorang kafir dalam keadaan ruku’,” tegasnya.
Selanjutnya raja memerintahkan pasukan memindahkan tali penghalang agar laki-laki itu bisa masuk. Kemudian laki-laki tersebut pun memasukinya, Di sana raja berbicara dengan laki-laki kuat itu cukup lama, Beberapa saat kemudian raja memberikan tawaran kepadanya:
“Masuklah ke dalam agama kami, Nanti aku akan memasangkan sendiri cincinku di tanganmu, Lalu aku akan memberikan jabatan di Romawi. Dan kamu dapat melakukan apa saja terserah kamu,” ucap raja.
“Berapa kekayaan dunia yang dimiliki Romawi..?” tanya laki-laki kuat itu.
“Sepertiga atau seperempat dunia,” jawab raja. “Seandainya dunia berisi penuh emas serta perhiasan-perhiasan dan pemiliknya memberikan semua kepadaku sebagai pengganti dari mendengarkan adzan selama sehari, niscaya aku tidak akan menerimanya.
“Apa itu adzan..?”
“Adzan adalah aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.”
“Sesungguhnya cinta kepada Muhammad telah teguh dalam hatinya, Maka tidak mungkin ia menarik agamanya pada saat ini,” kata raja kepada punggawa. Kemudian raja memerintahkan agar menyiapkan periuk besar di atas api, lalu periuk besar tersebut diisi air. “Apabila airnya mendidih, lemparkan ia ke sana,” perintah raja.
Ketika laki-laki kuat itu dilemparkan ke dalam periuk besar itu, ia membaca: “Bismillahir Rahmaanir Rahiim.” Tiba-tiba ia mampu menembus periuk besar tersebut dari satu sisi menuju sisi yang lain. Semua itu semata-mata karena kekuasaan Allah Swt. Pihak kerajaan pun kagum melihat kejadian ini, Raja yang juga menyaksikan peristiwa tersebut memerintahkan pasukan mendudukkan laki-laki kuat tersebut ke dalam rumah gelap dan membiarkannya tanpa makan dan minum, Raja juga memerintahkan para punggawanya agar memberikan daging babi dan khamar selama empat puluh hari, dan mereka melaksanakan perintah raja. Setelah empat puluh hari, pintu tahanan dibuka, Namun betapa mengejutkan, semua hidangan masih seperti semula di depan laki-laki kuat tersebut. Di rumah itu ia tidak makan dan minum sedikit pun.
“Mengapa kamu tidak memakannya..? Padahal saat mudharat, memakannya diperbolehkan dalam agama Muhammad..?, tanya Raja.
“Apabila aku memakannya, kalian pasti senang. Sedangkan aku ingin kalian marah,” ujar laki-laki kuat itu.
“Karena kamu tidak mau memakannya, maka sujudlah kepadaku Sehingga aku melepaskanmu dan orang-orang tawanan yang bersamamu,” bentak raja.
“Dalam agama Muhammad sujud tidak diperkenankan kecuali kepada Allah Swt.”
“Kalau begitu cium tanganku, aku akan membebaskanmu dan orang-orang tawanan yang bersamamu,” bentak raja lagi.
“Ini juga tidak boleh kecuali kepada bapak, raja yang adil, atau guru,” katanya.
“Kalau begitu cium keningku!”
“Aku akan melakukan ini dengan satu syarat.” “Lakukan sesuka hatimu.”
Selanjutnya laki-laki kuat itu meletakkan lengan bajunya di atas kening raja dan ia mencium kening raja dengan niat mencium lengan bajunya. Raja pun melepaskan laki-laki itu beserta orang-orang tawanan bersamanya. Tidak hanya itu, raja memberikan banyak harta dan menitipkan sepucuk surat untuk ‘Umar bin Khatthab.
“Seandainya laki-laki ini hidup di negeri kami dan memeluk agama kami, maka sungguh kami mempercayai ibadahnya.” Ketika surat tersebut sampai kepada ‘Umar bin Khatthab, ia berkata:
“Jangan mengkhususkan memberikan harta kepada seorang saja, Akan tetapi sertakan juga kepada penduduk Madinah kota Rasulullah ﷺ.” Akhirnya raja pun melakukan itu.