
!كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَلَوْلاَهُ لـَمَا كَانَ وُجُوْدُ كُلِّ شَيْئٍ؟
أڤا تينمو إڠ عقل أوڤماني ألله إيكو دي أليڠ۲ڠي أڤا باهي كڠ سأ لياني الله تعالى؟ كرانا أوڤماني أورا أنا ألله تعالى تمتو أورا أنا كڠ وجود.
Bagaimana mungkin Dia bisa dihalangi oleh sesuatu, sementara apabila tidak ada Dia, niscaya tidak akan ada segala sesuatu itu
S Y A R A H
قال تعالى: ﴿وخلق كل شيئ فقدره تقديرًا، الفرقان: ۲﴾ وقال تعالى: ﴿إنا كل شيئ خلقناه بقدر، القمر: ٤٩﴾ فكل ما ظهر في عالم الشهادة فهو فائض من عالم الغيب وكل ما برز في عالم الملكوت فهو فائض من بحر الجبروت فلا وجود للأشياء إلا منه ولا قيام لها إلا به ولا نسبة لها معه إذ هي عدم محض وعلى توهم وجودها فهي حادثة فانية ولا نسبة للعدم مع الوجود ولا للحادث مع القديم ولذلك تعجب الشيخ من إجتماعهما فقال:
Allah berfirman: Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat, (Al-Furqan: 2) Dan Allah berfirman: Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, (Al-Qamar: 49)
Maka segala yang tampak di alam syahadah merupakan limpahan dari alam ghaib. Segala yang muncul di alam malakut merupakan limpahan dari lautan jabarut. Segala sesuatu tidak memiliki wujud kecuali dari-Nya. Segala sesuatu tidak berdiri tegak kecuali dengan-Nya. Segala sesuatu tidak memiliki nisbah terhadap-Nya, sebab semuanya adalah ketiadaan mutlak.
Andaipun keberadaan segala sesuatu itu dianggap ada, maka ia bersifat baru dan binasa. Tidak ada nisbah antara ketiadaan dengan keberadaan. Tidak ada nisbah antara yang baru dengan yang azali. Oleh karena itulah sang Syekh merasa heran terhadap bertemunya keduanya, lalu beliau berkata:


Saran, kritik, masukan, dan bimbingan sangat diharapkan dari segenap pembaca yg budiman. Mugio dados ilmu ingkang manfaat, amiiin ya Robbal’alamiiin