*HIKAYAH KE-48 KITAB AL-NAWADIR*

الحكاية الثمانية والأربعون: في فضل الذرية

HIKAYAH YANG KE EMPAT PULUH DELAPAN: [“KEUTAMAAN KETURUNAN”]

حکی: أن قاضيا مات وترك امرأته حاملا فولدت ابنا، فلما ترعرع بعثته أمه إلى الكتاب فلقنه المعلم التسمية

Dikisahkan bahwa ada seorang hakim yang meninggal dunia dan meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika anak tersebut mulai tumbuh besar, ibunya mengirimnya ke kuttab (sekolah/tempat belajar Al-Qur’an), lalu sang guru mengajarkan kepadanya kalimat bismillah (basmalah/menyebut nama Allah).

.فرفع الله العذاب عن أبيه وقال: يا جبريل إنه لا يليق بنا أن يكون ابنه في ذكرنا وهو في العذاب، فاذهب إليه وهنئه به، فذهب إليه وهنأه به رحمه الله تعالى

Maka Allah mengangkat siksa dari ayah anak tersebut, dan Allah berfirman: “Wahai Jibril, sesungguhnya tidak layak bagi Kami membiarkan anaknya menyebut nama-Ku sementara ayahnya berada dalam siksa. Maka pergilah kepadanya dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya (bahwa ayahnya diampuni),” lalu Jibril pergi menemuinya dan menyampaikan kabar gembira itu kepadanya, rahimahullahu ta’ala (semoga Allah merahmatinya).