
الحكاية التاسعة والعشرون: في عدم الرضا
HIKAYAH YANG KE DUA PULUH SEMBILAN: {“Tentang Ketidakpuasan (Ketidakrelaan)”}
حكي: أن رجلا كان له كروم وأشجار فأخبر أنه أهلكه البرد، فوسوس إليه الشيطان، أنك تعبد الله وتطيعه وقد أهلك كرومك وأشجارك؟ فغضب غضبا شديدا وخرج ورمى بالمفتاح إلى جهة السماء وقال قد أهلكت ثماري فخذ المفتاح، فطار المفتاح في الهواء ساعة، ثم عاد إليه وتعلق بعنقه حية سوداء واستمرت معلقة بعنقه أربعين يوم حتى مات، فلما أرادوا غسله ذهبت من عنقه، فلما دفنوه عادت إليه.
HIKAYAH YANG KE-29
Dikisahkan: Bahwa ada seorang lelaki yang memiliki kebun anggur dan pepohonan. Kemudian, ia dikabarkan bahwa tanamannya telah binasa (rusak) akibat cuaca dingin yang ekstrem. Setan pun membisikinya, “Engkau menyembah Allah dan menaati-Nya, namun Dia justru membinasakan kebun anggur dan pepohonanmu?”
Lelaki itu pun marah besar. Ia keluar rumah lalu melemparkan kunci (kebunnya) ke arah langit seraya berkata, “Engkau telah membinasakan buah-buahanku, maka ambillah kunci ini!”
Kunci tersebut terbang di udara selama sesaat, kemudian kembali lagi kepadanya dalam wujud seekor ular hitam yang melilit lehernya. Ular itu terus melilit lehernya selama empat puluh hari hingga ia meninggal dunia.
Ketika orang-orang hendak memandikan jenazahnya, ular itu pergi dari lehernya. Namun, setelah mereka menguburkannya, ular tersebut kembali lagi kepadanya (di dalam kubur).


Saran, kritik, masukan, arahan, dan bimbingan sangat diharapkan dari segenap pembaca yg budiman. Mugio dados ilmu ingkang manfaat, amiiin ya Robbal’alamiiin