
الحكاية الخمسون: في التفكر في أحوال الآخرة
HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH: [“BERTAFAKKUR TENTANG KEADAAN DI AKHIRAT”]
حکي: عن أبي يزيد البسطامي: أنه خرج يوما وعليه أثر البكاء فقيل له: لم ذلك؟ فقال: بلغني أن عبدا يأتي يوم القيامة إلى موقف الحساب مع خصم له فيقول: يا رب إني كنت رجلا قصابا، فجاء إلى هذا الرجل و استلم مني اللحم ووضع أصبعه على لحمي حتى رسمت أصبعه و لم يشتر لحما، فأنا احتجت اليوم إلى ذلك المقدار، فيأمر الله أن يعطي من حسناته بقدر حقه، وكان میزان ذلك الرجل قد خف مقدار ذرة فوضع ذلك به فرجحت وأمر به إلى الجنة، فنقص میزان خصمه بذلك القدر فأمر به إلى النار، فلا أدري حالي ذلك اليوم .
Diceritakan dari Abu Yazid al-Bistami:
bahwa pada suatu hari ia keluar rumah dengan bekas tangisan di wajahnya. Orang-orang bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis?”
Ia menjawab, “Telah sampai kabar kepadaku bahwa pada hari kiamat seorang hamba datang ke tempat perhitungan amal bersama lawan sengketanya. Hamba itu berkata, ‘Wahai Tuhanku, dahulu aku seorang tukang jagal. Orang ini datang kepadaku, menerima daging dariku, lalu meletakkan jarinya di atas dagingku hingga jarinya membekas, tetapi ia tidak membeli daging itu. Hari ini aku membutuhkan kebaikan sebesar itu.’ Maka Allah memerintahkan agar sebagian kebaikan lawannya diberikan kepadanya sesuai kadar haknya. Timbangan amal si penjual daging itu kurang seberat satu zarah. Kebaikan tadi diletakkan pada timbangannya, lalu timbangannya menjadi berat, dan ia diperintahkan masuk surga. Adapun timbangan lawannya berkurang sebesar kadar itu, maka ia diperintahkan masuk neraka. Aku tidak tahu bagaimana keadaanku pada hari itu.”

