
الحكاية الثانية والثلاثون: في ملك سليمان عليه السلام
HIKAYAH YANG KE TIGA PULUH DUA: {“KERAJAAN NABI SULAIMAN ‘ALAIHIS SALAM”}
حكي: أنه حشر لسليمان عليه السلام من الطيور سبعون ألف جنس، كل جنس منها له لون لايشبه غيره، فكانت تقف على رأسه كالسحاب، فسألها عن معاشها وأين تبيض وأين تفقس؟
Diriwayatkan dalam sebuah kisah:
Bahwasanya telah dikumpulkan untuk Nabi Sulaiman AS. sebanyak 70.000 jenis burung. Setiap jenis memiliki warna yang berbeda satu sama lain. Burung-burung tersebut berdiri menaungi kepala beliau layaknya awan. Nabi Sulaiman kemudian bertanya kepada mereka tentang cara hidup, di mana mereka bertelur, dan di mana telur-telur itu menetas.
.فقالوا له: منا ما يبيض في الهواء ويفرخ فيه، ومنا ما يبيضه على جناحيه حتى يفرخ، ومنا ما يمسك بيضه بمنقاره حتى يفرخ، ومنا ما لايتسافد ولايبيض ونسلنا قائم أبدا
Mereka menjawab: “Di antara kami ada yang bertelur dan menetas di udara. Ada yang meletakkan telurnya di atas sayapnya hingga menetas. Ada yang memegang telurnya dengan paruh hingga menetas. Dan di antara kami ada yang tidak kawin dan tidak bertelur, namun keturunan kami tetap ada selamanya.”
،قال السدي: وكان بساط سليمان عليه السلام من نسيج الجن، وكان من حرير وذهب، وكان يحمل عسكره ودوابه وخيوله وجماله وسائر الانس والجن والوحش والطير
As-Suddi meriwayatkan bahwa permadani (tikar terbang) Nabi Sulaiman AS. terbuat dari tenunan jin, berbahan sutra dan emas Permadani tersebut mampu mengangkut pasukannya, hewan ternak, kuda, unta, serta seluruh golongan manusia, jin, binatang buas, dan burung.
وكان عسكره ألف ألف فرسخ ويتبعها ألف ألف، وكان يسير ما بين السماء والأرض قريبا من السحاب، وكان يحمله إلى موضع أراد بسرعة أو بطء بحسب ما أراد، وكانت الريح في قوة هبوبها لاتضر شجرا لا زرعا ولاغير ذلك واذا تكلم أحد ألقت كلامه في أذنه، وكان له كرسي من ذهب مرصع باليواقيت والجواهر، وحوله ثلاث ألاف كرسي، وقيل ستمائة ألف كرسي برسم العلماء والوزراء وأكابر بني إسرائيل،
Keajaiban Singgasana dan Pasukan Sulaiman AS.
- Luas Pasukan: Pasukannya membentang sejauh satu juta farsakh (ukuran jarak kuno) diikuti oleh satu juta lainnya.
- Perjalanan: Beliau berjalan di antara langit dan bumi, dekat dengan awan. Permadani itu membawanya ke tempat yang diinginkan, baik dengan cepat maupun lambat sesuai kehendaknya.
- Keajaiban Angin: Meskipun angin bertiup kencang, ia tidak merusak pepohonan maupun tanaman. Jika ada seseorang yang berbicara di kejauhan, angin akan menyampaikan ucapan tersebut ke telinga Nabi Sulaiman AS.
- Kursi Kerajaan: Beliau memiliki kursi dari emas yang bertahtakan yakut dan permata. Di sekelilingnya terdapat 3.000 kursi (pendapat lain mengatakan 600.000 kursi) yang diperuntukkan bagi para ulama, menteri, dan pembesar Bani Israil.
وكان عسكره مائة فرسخ، خمسة وعشرون فرسخا للإنس، خمسة وعشرون للجن، خمسة وعشرون للوحش، خمسة وعشرون للطير. وكانت الجن تستخرج له الدرر والجواهر من البحار، وكان في مطبحه من الذبائح في كل يوم مائة ألف بقرة، ومع ذلك لايأكل إلا من عمل يده من خبز الشعير.
Pasukannya terbagi dalam area seluas 100 farsakh: 25 farsakh untuk manusia, 25 untuk jin, 25 untuk binatang buas, dan 25 untuk burung. Para jin bertugas mengambilkan mutiara dan permata dari dasar laut untuknya. Di dapurnya, setiap hari disembelih 100.000 ekor sapi, namun meski demikian, Nabi Sulaiman AS. hanya memakan roti gandum hasil kerja tangannya sendiri.
وقيل إنه ركب يوما على بساطه في موكبه الكبير، ورأى ما أعطاه الله وما سخر له، فأعجبه ذلك فأعجب بنفسه
Teguran untuk Sang Raja
Dikisahkan bahwa pada suatu hari beliau menaiki permadaninya dalam iring-iringan yang agung. Saat melihat betapa besarnya anugerah dan segala hal yang ditundukkan Allah untuknya, timbul rasa kagum dan bangga di dalam dirinya (ujub).
.فمال به البساط فهلك من عسكره إثنا عشر ألفا فضرب البساط بقضيب كان في يده وقال له: اعتدل يا بساط، فأجابه بقوله: حتى تعدل أنت يا سليمان
Seketika itu juga, permadani tersebut miring sehingga mengakibatkan 12.000 orang dari pasukannya binasa. Nabi Sulaiman AS. kemudian memukul permadani itu dengan tongkat di tangannya seraya berkata:
“Luruslah wahai permadani!”
Permadani itu menjawab:
“Hingga engkau sendiri berlaku lurus (adil), wahai Sulaiman AS.”
.فعلم أن البساط مأمور فخر ساجدا لله تعالى معتذرا مما قام بنفسه، والله تعالى أعلم
Mendengar hal itu, Nabi Sulaiman AS. menyadari bahwa permadani tersebut diperintah oleh Allah. Beliau pun tersungkur sujud kepada Allah Ta’ala, memohon ampun atas perasaan (bangga diri) yang sempat terlintas di hatinya.
Wallahu Ta’ala A’lam (Dan Allah Yang Maha Mengetahui).

