*HIKAYAH KE-52 KITAB AL-NAWADIR*

الحكاية الثانية والخمسون: فيمن يتبع هوى النفس والشيطان

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH DUA: [“ORANG YANG MENGIKUTI HAWA NAFSU DAN SETAN”]

حکي: أنه كان عابد من بني إسرائيل وهو برصیصا العابد المشهور في صومعته دهرا طويلا

Dikisahkan: bahwa ada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil, yaitu Barṣīṣā, ahli ibadah yang masyhur. Ia menetap di biara kecilnya (ṣauma’ah) dalam waktu yang sangat lama.

فولدت لملك بلاده بنت فخاف أن يمسها الرجال وأرسلها إلى العابد في صومعته حتى لا يشعر بها أحد، فاستمرت عنده حتى كبرت

Suatu ketika, raja negeri itu dikaruniai seorang putri. Sang raja khawatir para lelaki akan menyentuh putrinya. Maka ia mengirim putrinya kepada ahli ibadah itu di biaranya, agar tak seorang pun mengetahui keberadaannya. Sang putri tinggal bersamanya hingga dewasa.

،فجاء إبليس لعنه الله في صورة شيخ وخدعه بها حتى واقعها فحملت منه

Lalu Iblis, semoga Allah melaknatnya, datang dalam rupa seorang syekh tua. Ia memperdaya ahli ibadah itu lewat sang putri, hingga ia menzinainya dan sang putri pun mengandung.

.فلما ظهر حملها جاء إليه وقال له: أنت زاهد وإنها إذا ولدت ظهر زناك فتكون فضيحة عليك بين الناس، فاقتلها قبل الولادة وقل لوالدها؛ إنها ماتت فيصدقك وتدفنها ولا يعلم أحد، فقتلها وأعلم والدها فأذن له بدفنها

Ketika kehamilan itu mulai tampak, Iblis mendatangi ahli ibadah itu dan berkata, “Engkau seorang zahid. Bila ia melahirkan, zinamu akan terbongkar dan engkau akan dipermalukan di hadapan manusia. Bunuhlah ia sebelum melahirkan. Katakan kepada ayahnya bahwa ia telah meninggal. Ayahnya akan memercayaimu, lalu engkau menguburkannya, dan tak seorang pun tahu.” Maka ia membunuh sang putri, lalu memberi tahu ayahnya, dan sang raja mengizinkannya menguburkan putrinya.

ثم إن إبليس جاء في صورة رجل عالم إلى الملك وأخبره بقصة العابد مع بنته، وقال له: انبش عليها وشق جوفها، فإن رأيت فيه ولدا فأنا صادق وإلا فاقتلني، فجاءه الملك و حفر عليها وأخرجها وشق بطنها فوجدها كما قال،

Kemudian Iblis datang kepada raja dalam rupa seorang alim. Ia menceritakan kisah ahli ibadah dan putri raja itu, lalu berkata, “Bongkarlah kuburnya dan belahlah perutnya. Bila engkau menemukan seorang bayi di dalamnya, aku benar. Bila tidak, bunuhlah aku.” Sang raja pun datang, menggali kubur itu, mengeluarkan jenazahnya, dan membelah perutnya. Ia mendapati keadaannya persis seperti yang dikatakan Iblis.

،فأخذ العابد وأركبه الإبل وحمله إلى بلاده وصلبه

Raja lalu menangkap ahli ibadah itu, menaikkannya ke atas unta, membawanya ke negerinya, dan menyalibnya.

فجاءه إبليس وهو مصلوب، فقال له: زنیت بأمري وقتلت نفسا بأمري، فآمن بي وأنا أنجيك من عذاب الملك، فأدركته الشقاوة فآمن به فتنحى عنه بعيدا

Saat ia tersalib, Iblis mendatanginya dan berkata, “Engkau berzina atas perintahku, dan engkau membunuh seorang jiwa atas perintahku. Berimanlah kepadaku, maka aku akan menyelamatkanmu dari siksa raja.” Kesengsaraan menguasai dirinya, maka ia beriman kepada Iblis. Iblis pun menjauh darinya.

.فقال له: لم لا تنجيني؟ فقال له: إني أخاف الله رب العالمين وتر که ومضی، فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Ahli ibadah itu berkata, “Mengapa engkau tidak menyelamatkanku?” Iblis menjawab, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” Iblis meninggalkannya dan pergi.

Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.