*HIKMAH KE-47 AL-NAWADIR*


الحكاية السابعة والأربعون: في الورع والمحافظة على عدم إدخال الغش في التجارة

HIKAYAH YANG KE

hikayah ke 47 (1)

EMPAT PULUH TUJUH: [“WARA’ DAN TIDAK MELAKUKAN TIPUAN DALAM BERDAGANG”]

 

،حکي: أن أبا حنيفة رضي الله عنه كان بينه وبين رجل من البصرة شركة في تجارة، فبعث إليه أبو حنيفة سبعين ثوبا من ثیاب الخز وكتب إليه: إن في واحد منها عيبا وهو الثوب الفلاني، فإذا بعته فبين العيب

Diceritakan bahwa Abu Hanifah ra. pernah menjalin kerja sama dagang (syirkah) dengan seorang laki-laki dari Basrah. Suatu ketika Abu Hanifah mengirimkan kepadanya tujuh puluh potong pakaian sutra khazz. Beliau juga menulis surat kepadanya: “Sesungguhnya pada salah satu dari kain-kain ini terdapat cacat, yaitu kain anu. Apabila engkau menjualnya, jelaskanlah cacat itu.”

.فباعها بثلاثين ألف درهم وجاء بها إلى أبي حنيفة. فقال له: هل بينت العيب؟ فقال: لقد نسيت، فتصدق أبو حنيفة بجميع منها المذكور

Laki-laki itu kemudian menjual semua kain tersebut seharga tiga puluh ribu dirham, lalu membawa uangnya kepada Abu Hanifah. Abu Hanifah bertanya, “Apakah engkau telah menjelaskan cacatnya?” Ia menjawab, “Aku lupa.” Maka Abu Hanifah menyedekahkan seluruh uang hasil penjualan tersebut.