
الحكاية الثانية والأربعون: في الزجر عن عقوق الوالدين
HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH DUA: [“MENCEGAH DURHAKA KEPADA ORANG TUA”]
حكى: عن عطاء بن يسار: أن قوما سافروا ونزلوا في برية، فسمعوا نهيق حمار متواترا فأسهرهم فانطلقوا ينظرون إليه، وإذا هم ببيت من الشعر وفيه عجوز، فقالوا لها: قد سمعنا نهيق حمار أسهرنا ولم نر عندك حمارا. فقالت له: ذلك ابني كان يقول لي: يا حمارة تعالي ويا حمارة اذهبي وهكذا، فدعوت الله أن يصيره حمارا، فلذلك لم يزل ينهق إلى الصباح في كل ليلة، فقالوا لها: انطلقي بنا إليه لننظره، فانطلقوا إليه وإذاهو في القبر وعنقه كعنق الحمار فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.
HIKAYAH KE-42
Diriwayatkan dari Atha’ bin Yasar: bahwa suatu kaum melakukan perjalanan dan singgah di sebuah padang. Mereka mendengar suara ringkikan keledai yang terus menerus hingga membuat mereka tidak bisa tidur. Mereka pun pergi untuk melihatnya, dan ternyata mereka menemukan sebuah kemah dari bulu yang di dalamnya ada seorang perempuan tua. Mereka berkata kepadanya, “Kami mendengar ringkikan keledai yang membuat kami tidak bisa tidur, namun kami tidak melihat ada keledai di tempatmu.” Perempuan itu menjawab, “Itu adalah anakku. Dahulu ia biasa berkata kepadaku, ‘Wahai keledai betina, kemarilah,’ dan ‘Wahai keledai betina, pergilah,’ begitu seterusnya. Maka aku pun berdoa kepada Allah agar Dia menjadikannya seekor keledai. Karena itulah ia terus meringkik hingga pagi setiap malamnya.” Mereka berkata kepadanya, “Bawalah kami kepadanya agar kami bisa melihatnya.” Mereka pun pergi menemuinya, dan ternyata ia berada di dalam kubur dengan leher seperti leher keledai. Maka tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

