Terkini
banner add
Nurani yang Merdeka

Oleh: Abu Atiq

Setiap Agustus, Indonesia seperti kembali menemukan wajahnya. Merah putih berkibar, lagu-lagu perjuangan terdengar, upacara digelar. Kita merayakan keberanian sebuah bangsa yang 81 tahun lalu menyatakan: kami ingin menentukan nasib sendiri.

Semua itu layak dirayakan. Tetapi perayaan yang jujur semestinya juga memberi ruang untuk bertanya: kemerdekaan bukan hanya tentang apa yang telah kita tinggalkan, melainkan tentang manusia seperti apa yang sedang kita bentuk hari ini.

Kita membutuhkan negara yang kuat dan kehidupan yang sejahtera. Namun di balik semua itu ada…

Read More

DI BAWAH TELAPAK KAKI, DI CELAH YANG LUKA

Oleh: Abu Atiq

Manusia sering mencari kemuliaan di tempat yang tinggi: di jabatan, di prestasi, di pujian orang banyak. Pandangan itu wajar. Namun ada petunjuk yang justru mengajak pandangan ke arah lain—ke tempat yang sederhana, yang jarang dibicarakan, yang sering dilalui tanpa diperhatikan.

Seorang lelaki datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم meminta izin untuk berjihad. Beliau menanyakan ibunya. Ketika dijawab bahwa ibunya masih hidup, beliau bersabda:

اِلْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلَيْهَا

“Tetaplah di sisinya, karena surga itu di dekat kedua kakinya.”¹

Dalam resepsi…

Read More

DI BALIK HASIL YANG BELUM SAMPAI

Oleh: Abu Atiq

Ketika hasil belum sampai, manusia biasanya segera memeriksa sebab-sebab yang tampak: strategi, disiplin, jaringan, waktu, dan kemampuan. Semua itu perlu. Namun bagi seorang beriman, ada wilayah lain yang juga perlu ditengok: kejernihan jalan.

Sebab tidak semua keterlambatan hasil hanya berbicara tentang kurangnya usaha. Kadang ia menjadi ruang pendidikan batin; undangan untuk memeriksa adab, hak sesama, dan keberkahan proses. Pertanyaannya bukan hanya, “Apa yang kurang dari ikhtiarku?” tetapi juga, “Adakah hati yang pernah kuberatkan? Adakah hak yang belum kutunaikan?…

Read More