Ibnu Athaillah dalam masterpiece-nya mengatakan bahwa pangkal dari segala kemaksiatan, kelalaian, dan syahwat adalah kerelaan terhadap nafsu. Sedangkan pangkal dari segala ketaatan, kesadaran, dan pengendalian diri adalah tiadanya kerelaan terhadap nafsu. Kemaksiatan adalah sesuatu yang berat dilakukan bagi orang yang sadar penuh. Tapi bisa dilakukan dengan ringan akibat kelalaian di luar kesadaran bahwa Allah tahu, melihat, dan mendengar. Sedangkan yang menyebabkan kelalaian dan ketidaksadaran itu adalah keinginan dan syahwat. Keinginan-keinginan itu bisa dihentikan bila tidak dipengaruhi oleh nafsu. Sedangkan…
Dengan segala kebodohan dan kekurangan, saya lebih mengutamakan Ramadan sebagai Bulan Belajar daripada Bulan Ibadah. Banyak di antara para ulama’ yang memperlakukan Ramadan sebagai bulan ibadah, sehingga meninggalkan kesibukan apa pun untuk beribadah karena mengikuti Gusti Rasul yang melaksanakan beberapa ibadah khusus di bulan Ramadan yang tidak dilaksanakan di lain bulan Ramadan. Ada pula yang memperlakukan Ramadan sebagai bulan Alquran, sehingga meninggalkan kesibukan apa pun termasuk ibadah lain hanya untuk Alquran juga karena mengikuti Gusti Rasul yang setiap malam…
Jihad berkonotasi perang, pedang, penaklukan dan beberapa asumsi lain di sekeliling kekerasan untuk mencapai sesuatu, padahal makna dasar dari jihad -dalam bahasa Arab- adalah bersungguh-sungguh. Literatur dan tradisi keilmuan Islam menegaskan seorang ahli hukum Islam yang memiliki kualifikasi keilmuan untuk menentukan hukum kontemporer berdasarkan teks al Quran dan Sunnah disebut dengan mujtahid. Sedangkan orang yang sedang berperang dalam mencapai kemenangan Islam disebut dengan mujahid. Dua terminologi yang mirip karena berangkat dari akar…
Buduran – Agenda Safari Ramadhan 1444 H MWC NU Buduran Sidoarjo (10/04) bertepatan di Mushola Baitur Rohmah RW.06 Perum Surya Residence. Pada sambutan awal oleh Kiai Machrus selaku Ketua Tanfidiyah MWC NU menyampaikan kehadiran MWC NU Buduran melakukan safari ke-ranting penuh untuk melaksanakan silaturahmi, serta sirgitas antar pengurus MWC dengan ranting lebih akrab, lebih terjalin kedekatan terkait kepengurusan baru pasca dilantiknya.
Selain itu adalah melanjutkan program sebelumnya seperti pembangunan Graha Nusantara MWC NU Buduran Sidoarjo, mendirikan FASKES yang bekerjasama dengan…
Banjarkemantren – Bertempat di pendopo desa Banjarkemantren pada Ahad (09/4) LAZISNU Banjarkemantren melakukan santunan pada anak-anak yatim. Kegiatan itu dikemas dengan beberapa kegiatan lain yaitu Khatmul Qur’an, gema sholawat, dan juga buka bersama. Agenda itu melibatkan pemerintah desa Banjarkemantren dan juga lembaga serta Banom NU di lingkungan desa Banjarkemantren.
Santunan itu dihadiri oleh Kepala Desa Banjarkemantren, jajaran Pengurus Ranting dan MWC NU Buduran, para penerima bantuan, serta para tokoh dan warga di lingkungan Desa Banjarkemantren.
Berdasarkan informasi penyelenggara, ada 65 penerima…
Buduran – Menindaklanjuti rapat sebelumnya pada hari Ahad (02/04), kali ini MWC NU Buduran mengagendakan rapat dengan nomor: 019/MWC/A.I/L-10.03/IV/2023 dengan mengundang seluruh pengurus harian, lembaga, badan otonom, serta ranting di lingkungan MWC NU Buduran. (lebih…)
Buduran – Ada yang berbeda di Kampung Ramadhan tahun ini. Pasca tampilnya Banser di Resepsi Satu Abad NU, acara tahunan ini semakin meriah dengan Banser Got Talent untuk pertama kalinya yang diikuti oleh seluruh Satkoryon Banser di bawah Koordinasi Cabang Sidoarjo. Event ini diselenggarakan untuk menjaga kobaran semangat Satu Abad NU dan membesarkannya, juga untuk menunjukkan bakat terpendam Satuan Banser.
Korps Banser yang Paling Jaya, Buduran Asalnya…
Korps Banser yang Paling Gagah, Wahyudi Komandannya…
Begitulah yel-yel yang sering dinyanyikan Satkoryon Banser Buduran…
Pertengahan bulan Ramadhan 1444 H yang terasa khidmat dan berkah menjadi momen istimewa bagi Unit Pengelola Zakat, Infaq dan Sedekah (UPZIS) NU CARE-LAZISNU di tingkatan MWCNU Buduran yang berlomba-lomba mentasarufkan program-program unggulannya. Seperti UPZIS NU CARE-LAZISNU PRNU Sidokerto pada Selasa (04/04) melakukan pentasarufan program ekonomi berupa Rombong Berkah (ROKAH) yang diberikan kepada dua orang pelaku UMKM warga Desa Sidokerto yaitu Ibu Minarsih RT 01 RW 04, penjual bakso dan Ibu Sulikah RT 01 RW 06, penjual gorengan.